Ciri-Ciri Hati Yang Selamat - Ustadz Abu Yahya Badru Salam, LC.

11:05:00 PM




السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Bismillahirrahmanirrahim...

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi kepada saudara sekalian, walaupun sedikit yang saya sampaikan, semoga menjadi pelajaran untuk kita semua dan semoga keimanan kita semakin tinggi kepada Allah SWT. Aamiin..

Postingan kali ini saya akan menjelaskan sebuah pertanyaan yang simple, pertanyaan yang dapat membuat kalian yang mendengan jawaban ini tersadar dan sesegera memantapkan iman, Aamiin.

Berikut pertanyaannya :

Bagaimana ciri-ciri hati yang selamat dan membuat kita bisa masuk surga?

Mari kita jawab, Dalam Kitab Ighatsatul Lahfan, Imam Ibnu Qayyim menyebutkan tanda ciri hati yang selamat :

1. Lebih memperhatikan lurusnya amal daripada amal itu sendiri, maksudnya sebelum ingin beramal, dia ingin luruskan amalannya.

2. Hati yang selamat dan sehat akan merasakan masuknya penyakit hati, sebagaimana badan yang sehat akan merasakan penyakit yang masuk kedalam dirinya, misal kalo kita lagi sehat, lalu terkena flu sedikit, kita akan merasakan pusing, gaenak badan, kenapa? karena selama ini badan kita sehat. Demikian pula ketika hati yang sehat akan merasakan sakitnya dosa yang masuk dihatinya, sehingga menimbulkan kegelisahan, maka dari itu kalau hati kita sehat, kita masih bisa mendeteksi dosa yang masuk kedalam hati, bisa kita lihat tandanya yaitu gelisah, tidak tenang.

Dalam hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang lain,

عن وابصة بن معبد رضي الله عنه قال : أتيت رسول الله صلى الله عليه و سلم , فقال: جئت تسأل عن البر؟ قلت: نعم. قال: استفت قلبك. البر مااطمأن إليه النفس واطمأن إليه القلب. والإثم ماحاك في النفس و تردد في الصدر وإن أفتاك الناس وأفتوك.

Dari Wabishah bin ma’bad radhiyallahu ‘anhu beliau berkata: Aku datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau berkata: “Kamu datang untuk bertanya tentang kebaikan?” Aku menjawab: benar. Kemudian beliau bersabda(artinya): “Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebaikan adalah apa saja yang menenangkan hati dan jiwamu. Sedangkan dosa adalah apa yang menyebabkan hati bimbang dan cemas meski banyak orang mengatakan bahwa hal tersebut merupakan kebaikan.” (HR. Ahmad (4/227-228), Ath-Thabrani dalam Al-Kabir (22/147), dan Al Baihaqi dalam Dalaailun-nubuwwah (6/292))

Dalam hadits tersebut, yang bertanya adalah seorang sahabat, dimana seorang sahabat itu hatinya bersih, karena yang hatinya bersih masih merasakan sakitnya dosa. Tetapi, jika ada orang yang biasa berdosa, yakinlah dia tidak akan merasakan sakitnya dosa. Kita ambil contoh jika waktu kecil kita pilek, sampai besar masih pilek, pasti ketika ditanya "apakah kamu sehat?" maka dipastikan dia akan menjawab "sehat pak", orang ini tidak merasa bahwa dia selama itu sakit, sama pula dengan orang yang terbiasa melakukan dosa, ketika ditanya "apakah hati kamu sehat?" dipastikan dia akan menjawab "sehat kok, saya tidak merasakan kegelisahan"

Kenapa hal ini bisa terjadi?

Karena hati nya sudah terbalik, yang buruk dianggap sebagai sesuatu yang baik.

Maka dari itu, perhatian kepada hati kita harus lebih. Ada sebuah surat yang dimana Allah subhanallahu ta'ala paling banyak bersumpah, yaitu surat As-Syams dimana terdapat 11 sumpah bisa kalian lihat dibawah

No.
Teks terjemahan
Teks Qur'an dan latinnya
001
"Demi matahari dan cahayanya di pagi hari," – (QS.91:1)
وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا
Wasy-syamsi wadhuhaahaa
002
"dan bulan, apabila mengiringi-nya," – (QS.91:2)
وَالْقَمَرِ إِذَا تَلاهَا
Wal qamari idzaa talaahaa
003
"dan siang, apabila menampakkan-nya," – (QS.91:3)
وَالنَّهَارِ إِذَا جَلاهَا
Wannahaari idzaa jalaahaa
004
"dan malam, apabila menutupi-nya," – (QS.91:4)
وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَاهَا
Wallaili idzaa yaghsyaahaa
005
"dan langit, serta pembinaan-nya," – (QS.91:5)
وَالسَّمَاءِ وَمَا بَنَاهَا
Wassamaa-i wamaa banaahaa
006
"dan bumi, serta penghamparan-nya," – (QS.91:6)
وَالأرْضِ وَمَا طَحَاهَا
Wal ardhi wamaa thahaahaa
007
"dan (Demi) jiwa, serta penyempurnaannya (ciptaannya)," – (QS.91:7)
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا
Wanafsin wamaa sau-waahaa
008
"maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu, (jalan) kefasikan dan ketaqwaan," – (QS.91:8)
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا
Fa-alhamahaa fujuurahaa wataqwaahaa
009
"sesungguhnya beruntunglah, orang yang mensucikan jiwa itu," – (QS.91:9)
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا
Qad aflaha man zakkaahaa
010
"dan sesungguhnya, merugilah orang yang mengotori-nya." – (QS.91:10)
وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
Waqad khaaba man dassaahaa
011
"(Kaum) Tsamud telah mendustakan (rasulnya), karena melampaui batas," – (QS.91:11)
كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِطَغْوَاهَا
Kadz-dzabat tsamuudu bithaghwaahaa
012
"ketika bangkit orang yang paling celaka di antara mereka," – (QS.91:12)
إِذِ انْبَعَثَ أَشْقَاهَا
Idziinba'atsa asyqaahaa
013
"lalu Rasul Allah (Shaleh) berkata kepada mereka: '(Biarkanlah) unta betina Allah dan minumannya'." – (QS.91:13)
فَقَالَ لَهُمْ رَسُولُ اللَّهِ نَاقَةَ اللَّهِ وَسُقْيَاهَا
Faqaala lahum rasuulullahi naaqatallahi wasuqyaahaa
014
"Lalu mereka mendustakannya dan menyembelih unta itu, maka Rabb-mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah menyama-ratakan mereka (dengan tanah)," – (QS.91:14)
فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا
Fakadz-dzabuuhu fa'aqaruuhaa fadamdama 'alaihim rabbuhum bidzanbihim fasau-waahaa
015
"dan Allah tidak takut terhadap akibat tindakan-Nya itu." – (QS.91:15)
وَلا يَخَافُ عُقْبَاهَا
Walaa yakhaafu 'uqbaahaa

Dari ayat 1-8, Allah subhanallahu ta'ala bersumpah hanya untuk menyebutkan tentang pentingnya mensucikan hati di ayat ke 9.

Al Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata :

"Dahulu para sahabat tidak diberikan oleh Allah keutamaan karena banyaknya amal, tetapi mereka diberikan keutamaan karena beningnya hati mereka"

Maka dari itu orang yang berilmu lebih fokus kepada hati mereka, sedangkan orang yang kurang berilmu lebih fokus kepada amalan badan. Karena bisa kita lihat di lingkungan kita, ada orang yang amalan badannya luar biasa tetapi hatinya banyak penyakitnya, akhirnya amalan solehnya malah menimbukan ujub (bangga atas amalannya karena merasa amalannya tidak dimiliki oleh orang lain)



Nun walqalami wama yasthurun

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

You Might Also Like

0 komentar