Renungan - Masihkah Ada Taubat Untuk Diriku?

3:00:00 PM



Assalamualaikum..

Bismillahirohmanirrohim..

Berjudi.. Minuman Keras.. Pergaulan Bebas.. Narkoba

Hai saudaraku, sampai kapan kamu akan berbuat seperti itu terus?
Apa kamu tidak yakin bahwa azab Allah begitu keras?
Apakah kamu tidak takut kepada Allah?

Saudara beristigfar tapi tidak meninggalkan maksiat, ini adalah salah satu bentuk tobat nya para pendusta.
Sering sekali sebagian dari orang bertaubat, tetapi pada saat itu atau hari itu juga dia melakukan hal yang sama, padahal dia sudah bertaubat kepada Allah SWT

yang seperti itu bukanlah istigfar yang diminta!

kita hidup didunia hanya sebentar sahabat, apakah hanya karena kita ingin mendapatkan dunia? apakah kita hanya ingin memuaskan sahwat dan hawa nafsu kita? dan rela mengorbankan bahkan tidak peduli pada dunia akhirat, yang kita akan kekal hidup didalamnya.

Kalau misalnya kamu hidup didunia ini selama 80 tahun.
Tau kah kamu kalau hanya dalam 1 hari di akhirat, sama dengan 1000 tahun disisi Allah.
Berarti kita hidup didunia hanya selama 1,5 jam.

Mari lah saudaraku, apa kalian lebih mementingkan hidup selama 1,5 jam dibandingkan kehidupan diakhirat yang kalian kekal didalamnya?

Tidakan kamu berfikir? kita ini hanya makhluk ciptaan-Nya yang kelak akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah SWT.

Segeralah kita sadar. Segeralah kita taubat kepada Allah SWT.

seperti pada postingan saya yang sebelumnya

Dari bangun tidur hingga tidur kembali, pernah kan kita terlepas dari dosa dan maksiat?
namun meskipun demikian, kita tidak boleh berkecil hati untuk meminta dan mengharapkan ampunan dari Allah Azza Wa Jala.
jangan sampai kita putus asa.

Allah SWT berfirman:
قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ 
"Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Alah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang". (QS. Az-Zummar':53)

Kegelisahan, Gundah-gulana, Kekhawatiran, Ketidaktenangan
keempat perasaan tersebut biasa dirasakan oleh setiap pelaku maksiat

Demikian juga orang yang meminum khomer, dia merasa lezat dan nikmat tetapi ketika dia selesai minum khomer, dia akan merasa gelisah. Maka dia ingin mencari kelezatan berikutnya. Sehingga pada intinya, ketika kita memulai maksiat, maka maksiat tersebut akan menjerumuskan dia kepada maksiat yang berikutnya. Karena dia ingin mencari kelezatan yang telah hilang tersebut, kelezatan yang bersifat sementara. Dan setelah itu dia akan di hisap oleh Allah SWT.

Jika saudara ingin bahagia, maka laksanakan-lah ketakwaan kepada Allah, maka kebahagiaan tersebut akan selalu ada di hati saudara.

doa saya, semoga Allah SWT memberikan hidayah kepada kita. Untuk sama sama kita bergandeng tangan menuju surga Allah yang luasnya seluas langit dan bumi.

Tidakah kamu ingin mendapatkan surga tersebut?

Atau, apa kamu lebih senang mengejar surga dunia (maksiat) yang diakhirat mendapat api neraka?

Semoga kita semua diberikan hidayah dan bisa tetap istiqomah di jalan-Nya. Amin

Nun walqalami wama yasthurun
Wassalamualaikum..

You Might Also Like

0 komentar