Meremehkan Maksiat - Ustadz Firanda Andirja, MA.

9:20:00 AM


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Bismillahirrahmanirrahim...

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi kepada saudara sekalian, walaupun sedikit yang saya sampaikan, semoga menjadi pelajaran untuk kita semua dan semoga keimanan kita semakin tinggi kepada Allah SWT. Amin

Ada seseorang bertanya kepada ustadz-nya

"Ustadz, gimana sih cara kita menanggapi orang yang melakukan perbuatan tercela, lalu kita nasikatkan, lantas mereka bilang "Kamu jangan nasihatin kita, Allah itu Maha Memaafkan, Allah itu Maha Pemurah seperti dalil shahih berikut,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ غُفِرَ لِامْرَأَةٍ مُومِسَةٍ مَرَّتْ بِكَلْبٍ عَلَى رَأْسِ رَكِيٍّ يَلْهَثُ قَالَ كَادَ يَقْتُلُهُ الْعَطَشُ فَنَزَعَتْ خُفَّهَا فَأَوْثَقَتْهُ بِخِمَارِهَا فَنَزَعَتْ لَهُ مِنْ الْمَاءِ فَغُفِرَ لَهَا بِذَلِكَ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu dari Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam , beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Seorang wanita pezina telah mendapatkan ampunan. Dia melewati seekor anjing yang menjulurkan lidahnya dipinggir sumur. Anjing ini hampir saja mati kehausan, (melihat ini) si wanita pelacur itu melepas sepatunya lalu mengikatnya dengan penutup kepalanya lalu dia mengambilkan air untuk anjing tersebut. Dengan sebab perbuatannya itu dia mendapatkan ampunan dari Allâh Azza wa Jalla.

padahal dia adalah seorang psk yang selalu melakukan kezaliman, tetapi tetap dimaafkan dosanya oleh Allah SWT" itu kata mereka ustadz, gimana ustadz kita menanggapinya?

Pertanyaan ini dijawab oleh Ustadz Firanda Andirja, MA. dalam videonya.

Hal ini timbul dimasyarakat gara-gara hanya memandang syariat dari satu sisi, yaitu memandang tentang dalil-dalil yang menunjukan luas-nya rahmat Allah SWT, luas-nya ampunan Allah SWT, dan mereka lalai bahwa sebenarnya ada dalil-dalil yang menunjukan pedihnya azab Allah SWT, dan ancaman yang pedih bagi orang-orang yang berlaku kemaksiatan.

Oleh karenanya Allah SWT telah berfirman :

نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ 
وَ أَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الأَلِيمَ

"Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku, bahwa Sesungguhnya Aku-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahwa Sesungguhnya azab-Ku adalah azab yang sangat pedih.” (QS. Al Hijr : 49 – 50)

dari ayat diatas, Allah SWT memberitahukan kita bahwa sebagaimana Allah Maha Penyayang, siksa Allah juga pedih. Oleh karena itu jika kita melihat dalil-dalil yang lainnya nampak bahwa Allah menyuruh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menyampaikan bahwa beliau takut bermaksiat.

Firman Allah SWT :

وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلًا

"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (Al-Isro':32)


Ketahuilah hukuman bagi orang yang berzina ada 3 tahapan, didunia, dialam barzah, dan diakhirat.

Didunia, hukuman bagi orang yang berzina adalah jika dia sudah bersuami, maka dirajam sampai mati, kemudian jika belum menikah maka di cambuk 100 kali, kemudian di asingkan selama 1tahun

DiAlam Barzah, hadits shahih al-Bukhari, dari Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Pada suatu pagi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam cerita kepada kami :

إِنَّهُ أَتَانِي اللَّيْلَةَ آتِيَانِ وَإِنَّهُمَا ابْتَعَثَانِي وَإِنَّهُمَا قَالَا لِي انْطَلِقْ وَإِنِّي انْطَلَقْتُ مَعَهُمَا. . . فَانْطَلَقْنَا فَأَتَيْنَا عَلَى مِثْلِ التَّنُّورِ قَالَ فَأَحْسِبُ أَنَّهُ كَانَ يَقُولُ فَإِذَا فِيهِ لَغَطٌ وَأَصْوَاتٌ قَالَ فَاطَّلَعْنَا فِيهِ فَإِذَا فِيهِ رِجَالٌ وَنِسَاءٌ عُرَاةٌ وَإِذَا هُمْ يَأْتِيهِمْ لَهَبٌ مِنْ أَسْفَلَ مِنْهُمْ فَإِذَا أَتَاهُمْ ذَلِكَ اللَّهَبُ ضَوْضَوْا

“Tadi malam saya didatangi oleh dua orang. Keduanya berkata kepada-ku: berjalanlah kamu. Kemudian aku pergi berjalan bersama dengan keduanya. . . . . . Lalu kami mendatangi bangunan menyerupai sebuah tungku api. Tiba-tiba terdengarlah aneka macam suara gaduh dan juga teriakan di dalamnya. Lalu kami melongok ke dalamnya. Ternyata di dalamnya terdapat beberapa laki-laki dan juga perempuan telanjang. Kobaran api dari bawahnya, menyalak ke mereka. Saat kobaran api itu mengenai mereka, maka mereka menjerit kesakitan.“

Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepada kedua orang yang pergi bersamanya tadi, “Siapa mereka itu?” kemudian dijawab di ujung hadits,

وَأَمَّا الرِّجَالُ وَالنِّسَاءُ العُرَاةُ الَّذِينَ فِي مِثْلِ بِنَاءِ التَّنُّورِ، فَإِنَّهُمُ الزُّنَاةُ وَالزَّوَانِي

“Adapun Pria-pria dan wanita telanjang yang berada di bangunan seperti tungku api adalah para laki-laki dan perempuan pezina.” (H.R. Al-Bukhari)

DiAkhirat, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا

“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah SWT dan juga tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah SWT (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina.” (QS. Al-Furqan: 68-69)

Kalau kita bisa simpulkan dari ayat dan hadits diatas, bahwa zina itu azab-nya sangat pedih, maka janganlah seseorang menyepelekan masalah zina, adapun hadist tentang seorang wanita pezina yang memberi minum seekor anjing, maka ini tergantung dari kondisinya, Allah SWT memaafkan wanita ini didalam kondisi tertentu, belum tentu berlaku untuk seluruh pezina, jangan sampai seorang berfikir "Ah kalau begitu tinggal cari anjing yang kehausan, lalu dikasih minum, kalau tidak ada anjing, kucingpun tidak masalah, mudah sekali meminta ampunan dari dosa zina" maka seorang pezina ini akan terus berzina lalu mencari anjing untuk diberi minum, berzina lagi, terus cari anjing lagi untuk diberi minum. astaghfirullah hal adzim..

Dalam hadits, kondisi si wanita itu dalam keadaan sangat-sangat ikhlas yang luar biasa, keimanan yang luar biasa disaat dia sedang memberi minum seekor anjing, si wanita turun kesumur dengan menggigit sepatunya, ini adalah pekerjaan yang berat bagi seorang wanita, kemudiam ia beri minum ke anjing tersebut tanpa satupun orang yang melihat, terkumpul kepada si wanita ini keimanan dan keikhlasan bahwa Allah melihat dan tidak butuh makasih si anjing tersebut, karena ini Allah SWT mengampuni dosanya.

Sebagian ulama menyebutkan wanita ini diberi taufik untuk bertaubat setelah itu, ya wallahu a'lam bishawab, hanya Allah SWT yang mengetahuinya, yang pasti Allah telah mengampuni dosanya.

Tetapi tidak semua pezina bisa melakukan seperti itu, maka jangan meremehkan masalah maksiat ini, ingat bagaimana ancaman-ancaman yang Allah SWT berikan kepada pezina.

Oleh karena ini Allah SWT menyebutkan bahwa ibadah dibangun berdasarkan 3 rukun,

Pertama, Cinta Kepada Allah
Kedua, Takut Kepada Allah
Ketiga, Berharap Kepada Allah

Seperti burung, pertama kepada, kedua dan ketiga sayap-nya, jika salah satu ada yang hilang, dalam arti dia cinta kepada Allah, dia berharap kepada Allah, tetapi dia tidak takut kepada Allah, maka dia akam terjerumus pada pemahaman yang keliru.

Kembali ke pertanyaan diawal tadi, bagaimana dengan masyarakan yang hanya melihat bahwa Allah itu Maha Pengampun, Maha Penyayang, Allah akan mengampuni dosa orang yang berbuat maksiat, jadi tidak apa apa jika kita berbuat maksiat sesekali, bukan begitu yang benar. Mereka lupa bahwa ketika meninggal dalam keadaan maksiat, maka dia akan terancam dengan neraka jahanam.

Jadi pada intinya, hendak lah kita bertaubat sebelum maut menjemput, bukan menjadikan dalil yang disebutkan untuk terus melakukan maksiat, karena tidak ada dalil yang menyebutkan bahwa wanita diatas setelah memberikan minum anjing, dia berzina lagi. Maka Seseorang harus melihat agama secara keseleluruhan, bukan hanya melihat hal yang sesuai dengan nafsunya saja, orang ingin bermaksiat, kemudian ia hanya melihat dalil dalil bahwa Allah SWT Maha Pengampun, sama halnya ketika seseorang mengkafirkan pezina bahwa mereka tidak akan diampuni dosanya oleh Allah SWT, mereka akan dihukum seberat beratnya di neraka jahanam, oleh karena itu kita harus berada di tengah-tengahnya, kita harus melihat keduanya bahwa Allah SWT itu Maha Pengampun, tetapi Allah SWT juga memberikan azab yang pedih kepada pelaku pezina, wallahu a'lam bishawab.


Nun walqalami wama yasthurun

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

You Might Also Like

0 komentar