Jangan Sia-siakan Waktu Mudamu - Ustadz Mizan, Lc.

10:21:00 AM

 السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ 

Bismillahirrahmanirrahim...

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi kepada saudara sekalian, walaupun sedikit yang saya sampaikan, semoga menjadi pelajaran untuk kita semua dan semoga keimanan kita semakin tinggi kepada Allah SWT. Amin

Oke kali ini saya akan berbagi kepada kalian para pembaca mengenai waktu yang harus kita gunakan di masa muda kita.

Seperti dalam firman Allah SWT didalam Al-Qur'an :


إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الأرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالأنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ الأرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالأمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ 

“Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir.”(Q.S Yunus 24)

Ayat diatas mengungkapkan hal tentang kehidupan kita didunia yang sebenarnya kita itu adalah seorang musafir. Hal ini juga disebutkan dalam sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam telah mengingatkan kepada ‘Umar radhiyallahu ‘anhu, Bahwa beliau, bersabda :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: أَخَذَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ بِمَنْكِبَيَّ فَقَالَ: كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيْلٍ. وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا يَقُوْلُ: إِذَا أَمْسَيْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ فَلاَ تَنْتَظِرِ الْمَسَاءَ، وَخُذْ مِنْ صِحَّتِكَ لِمَرَضِكَ، وَمِنْ حَيَاتِكَ لِمَوْتِكَ

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang kedua pundakku lalu bersabda, “Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian).” Lalu Ibnu ‘Umarradhiyallahu ‘anhu menyatakan, “Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Dan apabila engkau berada di pagi hari maka janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Dan pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Al-Bukhariy no.6416)


Maka Rasulullah menyampaikan bahwa janganlah kita terlalu menjadikan dunia sebagai tempat tinggal untuk selama-lamanya. Maksud dari seperti orang asing ini adalah seseorang yang semisalnya berada dinegeri asing, ia akan membatasi dirinya dari tingkah-tingkah yang tidak perlu (banyak tingkah) dikarenakan keterasingannya. Dan maskud dari hidup seperti musafir adalah seorang yang tadinya berada di rumahnya, dan ia berpergian hanya beberapa saat, lalu kemudian ia akan kembali ke rumahnya.

Kemudian Rasulullulah juga mengatakan apabila kita berada di sore hari, janganlah menunggu datangnya pagi, maksud dari perkataan ini adalah, ketika kita berada di masa muda, janganlah menunggu masa tua, kenapa? karena ketika sudah masa tua sudah tiba, masa muda tidak akan pernah bisa kembali, maka pakailah kesempatan untuk berbuat amal shaleh.

Umur manusia rata rata didunia ini adalah 60 - 80 tahun, tapi pernahkah kita memikirkan umur kita? mungkin hanya beberapa tahun saja, atau mungkin bisa saja esok kita meninggal, karena sesungguhnya malaikat maut selalu mengikuti kita dimanapun kita berada.

Coba sekarang kita bayangkan misalnya kita tau umur kita, hidup kita hanya 25 tahun, dari lahir sampai sudah baligh kita genapkan menjadi 14 tahun, lalu sisa 11 tahun. apakah masih menyiakannya untuk hal hal maksiat? maka dari itu, karena kita tidak tahu kapan kita akan dipanggil oleh Allah SWT, lakukanlah amalan-amalan shaleh kita kita masih muda, ketika kita masih diberikan nikmat badan bugar dan energi seorang remaja, insyaallah hidup kita akan bermanfaat bagi orang lain.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari hadits Abu Barzah Al-Aslami radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh Al-Imam At-Tirmidzi dan beliau berkata bahwa hadits ini derajatnya Hasan Shahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أربع : عن عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ.

“Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sampai ditanya tentang empat perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia gunakan, (2) tentang ilmunya, sejauh mana dia amalkan ilmunya tersebut, (3) tentang hartanya, dari mana harta tersebut didapatkan dan untuk apa harta tersebut dibelanjakan, dan (4) tentang tubuhnya, untuk apa dia gunakan.” (HR. At-Tirmidzi)

Jadi berbahagia lah orang yang dapat menjawab ke4 pertanyaan itu dengan baik dan benar, berbahagialah orang yang memanfaatkan umurnya dan waktunya dalam beribadah kepada Allah SWT dan mempersiapkan dirinya untuk bertemu Allah SWT.

Sebagai peringatan dan juga sebagai ajakan dan nasihat, mari manfaatkan umur yang tersisa untuk mempersiapkan diri demi perjalanan yang sangat jauh menuju akhirat kelak.
Semoga postingan saya kali ini bisa membuat saudara lebih dekat kepada Allah SWT. Amin...

Nun walqalami wama yasthurun

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُوْا اللهَ لِيْ وَلَكُمْ
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

You Might Also Like

0 komentar