Cara Bersyukur yang Benar Agar Rezeki Semakin Melimpah - Ustadz Badrusalam, Lc.

6:05:00 PM


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bismillahirrahmanirrahim..

Hai saudara yang dirahmatkan oleh Allah SWT, kita bersyukur kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia yang telah diberikan kepada kita.

Pertanyaannya, lalu bagaimana cara kita bersyukur kepada Allah SWT?

Sering kali kita mendengar perkataan orang tentang "kita bersyukur" "bersyukurlah" lalu bagaimana tata cara bersyukur yang baik dan benar? tentunya hal ini adalah sesuatu yang mudah, insyaallah. Akan tetapi kita pastinya membutuhkan sesuatu pemahaman agar dapat besyukur kepada Allah. 

Ketahuilah wahai saudara, sesungguhnya Allah SWT mencintai orang-orang yang bersyukur. Allah SWT memuji Nabi Nuh as sebagai hambanya yang syakur (mensyukuri segala sesuatu yang datang dari Allah). Sungguh ini menunjukan bahwa Allah SWT mencintai orang orang yang besyukur. 

Lalu bagaimana cara kita bersyukur?

Maka ketahuilah, sesungguhnya seseorang disebut telah bersyukur apabila ia telah memenuhi 3 syarat. 

1. Pertama, Mengakui Nikmat Allah SWT dengan Hatinya 

Dalam hal ini berarti ia mengakui bahwa sebuah nikmat hanya datang dari Allah SWT, disebutkan dalah hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda :
أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِيْ مُؤْمِنٌ بِي وَكَافِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ، فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِيْ كَافِرٌ بِالْكَوْكَبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا، فَذَلِكَ كَافِرٌ بِي مُؤْمِنٌ بِالْكَوْكَبِ.

"Tahukah kalian apa yang dikatakan oleh Allah?" mereka menjawab "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu" Rasulullah melanjutkan "Dia berfirman, 'Pagi ini, di antara hamba-hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Orang yang berkata 'hujan turun menyirami kita berkat kemurahan Allah dan rahmat-Nya', maka ia adalah seorang yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-bintang. Sedangkan orang yang berkata 'hujan turun menyirami kita karena pengaruh bintang ini dan itu', maka ia adalah orang yang kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang"
Apa yang dimaksudkan apabila seorang muslim berkata "hujan ini karena bitang ini dan itu" dengan maksud bahwa bintang-bintang itulah yang mengakibatkan hujan, maka ia tidak percaya bahwa hujan adalah rahmat yang diberikan oleh Allah. sehingga ia disebut sebagai kafir. 

Jadi pada intinya, syarat yang pertama sebagai seorang mukmin untuk bersyukur kepada Allah SWT adalah mengakuin bahwa segala nikmat yang diberikan adalah karena Allah SWT, maka ia sudah bersyukur kepada Allah SWT dengan cara yang benar.

2. Kedua, Mengucapkan Rasa Syukur dengan Lisan

Seorang hamba yang bersyukur adalah hamba yang mengucapkan Alhamdulillah dengan lisannya, ia memuji Allah SWT, maka ia telah bersyukur kepada-Nya. Kenapa kita harus mengucapkan rasa puji syukur? Karena, Allah SWT sangat menyukai ketika di puji.

Didalam sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :
"Tidak ada siapapun yang paling suka untuk dipuji melainkan Allah SWT"
Maka orang yang senantiasa memuji  adalah hamba-hamba yang dicintai oleh Allah SWT.

Dari Mu’adz bin Anas, bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda
“Barangsiapa yang memakan makanan lalu ia mengucapkan,

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَطْعَمَنىِ هَذَا وَ رَزَقَنِيْهِ مِنْ غَيْرِ حَوْلٍ مِّنىِّ وَ لاَ قُوَّةٍ
"Segala puji bagi Allah yang telah memberi makanan ini kepadaku dan memberikan rizki dari-Nya tanpa daya dan kekuatan dariku." Maka akan diampuni baginya dosanya yang terdahulu dan yang terkemudian”. [HR Abu Dawud: 4023, at-Turmudziy: 3458, Ibnu Majah: 3285, Ahmad: III/ 439, Ibnu as-Sunniy dan al-Hakim. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Hasan]
Jadi jika seorang hamba menginginkan bersyukur dengan cara yang benar, diharuskan untuk melafalkan ucapan syukur kepada Allah SWT, bahwa semua nikmat yang diberikan berasal dari Allah SWT, maka pujilah Allah SWT, bahkan sampai musibah yang menimpa kita, hendaknya kita memuji Allah SWT.

Seperti dicontohkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dalam hadits A’isyah beliau berkata:
“Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam apabila melihat apa yang ia sukai menyatakan, ‘Alhamdulillahilladzi bini’matihi Tatimmu Al Shalihaat.’ Dan bila melihat (mendapati) sesuatu yang tidak beliau sukai mengucapkan, ‘Alhamdulillahi ‘Ala Kulli Hal.’” (HR Ibnu Majah dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jaami’ no. 4727).

3. Ketiga, Bersyukur Atas Nikmat Sebagai Jalan Untuk Beribadah

Seorang mukmin ketika bersyukur, hendaknya ia bersyukur semata-mata hanya untuk beribadah keapda Allah, menjadikan rasa syukur untuk beramal shaleh, menggunakan kenikmatan seperti nikmat sehat, nikmat harta. kemudian ia gunakan nikmat itu untuk beramal shaleh. Banyak orang yang tidak menggunakan kesehatan dan waktu luang dengan sebaik-baiknya. 

Jadi ketika seorang menggunakan waktu luang dan sehatnya dengan sebaik-baiknya, maka ia telah bersyukur kepada Allah SWT.

Saudaraku yang dirahmati oleh Allah SWT, maka dari itu janganlah kalian menisbatkan nikmat kepada selain Allah SWT, semisal jika seorang yang mendapatkan kekayaan, ia menisbatkan bahwa kekayaan itu didapatkan karena kepintarannya, maka ia termasuk orang yang tidak bersyukur kepada Allah SWT.

Berapa banyak nikmat yang Allah berikan? kita tidak akan pernah bisa mengitungnya.

Firman Allah SWT dalam Al-Quran :

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
“Dan (ingatlah juga), tatkala Rabbmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih” (Qs. Ibrahim:7)Maka dari itu, jangan lah saudara lalai dengan menjadikan kenikmatan yang Allah SWT berikan, berubah menjadi malapetaka.

Seperti apa kenikmatan yang dapat membawa malapetaka? Nikmat yang dapat membawa malapetaka adalah nikmat yang didapat karena melakukan maksiat.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا رَأَيْتَ اللهَ تَعَالَى يُعْطِي الْعَبْدَ مِنَ الدُّنْيَا مَا يُحِبُّ وَهُوَ مُقِيمٌ عَلَى مَعَاصِيْهِ فَإِنَّمَا ذَلِكَ مِنهُ اسْتِدْرَاجٌ 
“Bila kamu melihat Allah memberi pada hamba dari (perkara) dunia yang diinginkannya, padahal dia terus berada dalam kemaksiatan kepada-Nya, maka (ketahuilah) bahwa hal itu adalah istidraj (jebakan berupa nikmat yang disegerakan) dari Allah.” (HR. Ahmad 4: 145. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan dilihat dari jalur lain).
Menurut KH.Yusuf Mansur, 70% musibah diakibatkan karena perbuatan DOSA yang pernah dilakukan.

Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an :
فَلَمَّا نَسُوا مَا ذُكِّرُوا بِهِ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى إِذَا فَرِحُوا بِمَا أُوتُوا أَخَذْنَاهُمْ بَغْتَةً فَإِذَا هُمْ مُبْلِسُونَ 

فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ  
"Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (maksiat) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa." (QS. Al An'am [6] : 44-45) 

Subahannallah... jadi ketika seseorang diberikan kenikmatan oleh Allah SWT akibat maksiatnya, maka orang tersebut telah di istidraj, dibiarkan agar bertambah kesesatannya.

Maka dari itu, jika kita diberikan kenikmatan oleh Allah SWT, sebaiknya kita mengintropeksi diri kita, apakah nikmat ini akibat ketaatan kita? ketika kita ingat kalau selama ini kita taat kepada Allah SWT, maka kenikmatan ini merupakan bentuk dari ketaatan dari kita kepada Allah SWT. Tetapi ketika nikmat itu datang kepada kita setelah kita melakukan maksiat, segeralah beristigfar, berhati hatilah dengan istidraj.

Nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita, nikmat kesehatan, nikmat waktu luang, nikmat harta, nikmat diberikan kemudahan, gunakan lah itu semua untuk mentaati Allah SWT, sehingga kenikmatan itu tidak berubah sebagai istidraj, mohon lah kepada Allah SWT bahwa kenikmatan yang Allah SWT berikan menjadi sebuah keberkahan didalam hidup kita, mohon agar kita termasuk orang-orang yang bersyukur kepada Allah SWT.

Demikian yang bisa saya sampaikan, semoga menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan kita semua. Amin



Nun walqalami wama yasthurun
Wassalamualaikum...

You Might Also Like

0 komentar